:Rimba Raya:

Friday || BEBERAPA FLORA FAUNA LANGKA DI SUMATERA UTARA

Propinsi Sumatera Utara merupakan salah satu propinsi di Indonesia yang menyimpan beragam keanekeragaman hayati termasuk jenis yang endemik. Beberapa diantaranya seperti diuraikan dibawah ini.

Anggrek Hartinah (Cymbidium hartinahianum)
Merupakan salah satu jenis tumbuhan (jenis anggrek) yang endemik. Anggrek hartinah sering juga disebut dengan Anggrek Tien Soeharto. Habitatnya ditemukan di Desa Baniara Tele Kecamatan Harian Kabupaten Toba Samosir. Anggrek ini tumbuh baik ditempat terbuka diantara rerumputan serta tanaman lain seperti jenis paku-pakuan, kantong semar dan lain-lain. Termasuk jenis anggrek tanah yang pertumbuhannya merumpun.
Pertama kali ditemukan oleh Rusdi E. Nasution, seorang peneliti dari Herbarium LBN/LIPI Bogor pada tahun 1976. Ketika itu jenis anggrek ini tidak ditemukan dalam berbagai pustaka maupun dalam koleksi. Kemudian oleh peneliti lainnya J.B. Comber memberi nama ilmiah Cymbidium hartinahianum atau Anggrek Tien Soeharto pada hasil temuannya. Penabalan nama mantan Ibu Negara pada jenis anggrek ini merupakan penghargaan atas jasa-jasanya dalam rangka pengembangan dunia peranggrekan di Indonesia.

Bunga Bangkai (Amorphophallus titanum).
Bunga ini tumbuh di kawasan Taman Wisata/Cagar Alam Sibolangit Kabupaten Deli Serdang. Adapun penemu pertama jenis bunga ini adalah Odoardo Beccari seorang pakar botani, berkebangsaan Italia. Ketika itu, tahun 1878, dalam perjalanannya di Kepahiang Rejang Lebong (Bengkulu) ia menemukan tumbuhan bunga bangkai. Kemudian oleh rekannya Prof. Giovanni Arcaneli dari Turin, diberi nama ilmiah Amorphophallus titanum Beccari.
Bunga bangkai lebih dikenal dengan sebutan Suweg Raksasa. Bau bunga menimbulkan kesan tidak enak, seolah-olah bau bangkai yang busuk. Banyak yang mengidentikannya dengan bunga bangkai yang satu lagi yaitu Padma Raksasa (Rafflesia arnoldi). Padahal keduanya memiliki perbedaan yang sangat prinsipil, yaitu :
1. Dalam hal bentuk, Amorphophallus titanum berbentuk kerucut seperti jagung yang masih berbalut, sedangkan Rafflesia arnoldi berbentuk bundar melebar.
2. Amorphophallus titanum termasuk dalam suku Aristolochiaceae dan merupakan tumbuhan monokotil, sedangkan Rafflesia arnoldi termasuk dalam suku Rafflesiaceae dan merupakan tumbuhan dikotil.
3. Biang Amorpohophallus titanum adalah umbi yang tertanam didalam tanah. Sedangkan Rafflesia arnoldi merupakan tumbuhan parasit yang tumbuh pada akar-akar liana dan menyebarkannya terutama adalah babi hutan yang tidak sengaja melukai akar liana dengan injakan. Pada injakan bekas kuku babi hutan itulah spora rafflesia tersimpan dan menemukan tempat yang cocok untuk tumbuh.

Daun Sang (Johannestijmania altifrons)
Tumbuhan ini hanya dijumpai di daerah Besitang tepatnya di kawasan 242 Aras Napal, dan beberapa daerah disekitar kawasan tersebut. Persebaran tidak luas dan bersifat endemik tidak ditemukan ditempat lain.
Daun Sang pertama kali ditemukan oleh Proffesor Teijsman seorang ahli botani dari Belanda. Menurut IUCN jenis tumbuhan ini telah masuk dalam Red Data Book sebagai jenis yang terancam punah.
Daun Sang adalah termasuk keluarga Palmae, yang memiliki daun tunggal ukuran besar mencapai 3 meter panjang dan lebar 1 meter. Karena ukuran dan daunnya yang kuat, masyarakat setempat dahulu memanfaatkan untuk atap rumah.
Jenis ini termasuk tumbuhan yang tidak tahan kena sinar matahari langsung (jenis toleran), lebih sering hidup dibawah naungan pepohonan. Hidup berkelompok membentuk rumpun namun penyebarannya sangat terbatas.
Perkembangan jenis ini lebih banyak berasal dari anakan dari bijinya yang tertutup oleh kulit yang tebal yang berbentuk bulat dan bergigi.

Kantung Semar (nepenthes sp)
Kantung semar adalah tumbuhan tropika yang menampilkan bentuk yang unik. Keunikannya terdapat pada kantungnya yang bergantung pada seutas sulur yang menyerupai spiral, yang keluar dari ujung daun. Kantung-kantung ini sangat menarik, karena bentuk dan warnanya yang indah. Keunikan lainnya terdapat pada kantungnya yang berbentuk corong berisi cairan yang didalamnya dapat ditemukan berbagai jenis serangga dan hewan lain. Kantung semar lebih dikenal sebagai pemakan serangga seperti lipan, kupu-kupu dan kalajengking. Penangkapan serangga dan hewan kecil lainnya dilakukan dengan menggunakan kantung-kantungnya. Biasanya serangga datang karena tertarik oleh bentuk, warna dan aroma kantung semarnya yang khas yang dihasilkan oleh kelenjar yang terdapat dibawah penutup kantung. Cairan ini menghasilkan aroma dan madu yang berguna untuk menjebak serangga atau binatang kecil lainnya yang terbang mengerumuni, sehingga terjerumus masuk kedalam kantung.

Orang Utan (Pongo pygmaeus)
Orang utan atau juga dikenal dengan nama Mawas adalah jenis kera besar yang mempunyai ciri tidak berbuntut, bertelinga kecil dan hidung kecil serta kepala berbentuk buah peer. Bulunya panjang dan lembut berwarna coklat kemerahan dengan tangan yang panjang dan kuat.
Orang utan sangat unik dan bersifat arboreal, yaitu menghabiskan sebagian besar waktu hidupnya diatas pohon dan jarang sekali turun ketanah. Meraka bergerak dengan bergantungan dari satu dahan kedahan yang lain.
Orang utan juga dikenal sebagai satwa yang suka menyendiri (soliter) walaupun terkadang berkelompok terutama pada waktu menjelajah atau mencari makanan.
Menurut tempat hidupnya secara alami, Orang utan dapat dibedakan kedalam dua jenis yaitu Orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus pygmaeus) dan Orang utan Sumatera (Pongo pygmaeus abelli). Orang utan Sumatera hidup tersebar di hutan-hutan Propinsi Nangroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara khususnya dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.


PERWIRA RIMBA |4:23 PM
========================================================


:jeritan rimba raya:

Teringat puluhan tahun silam, Negeriku penuh dengan hutan rimba. Setiap jengkalnya ada rahmat Tuhan, ada kedamaian, ada kebahagiaan, untuk manusia dan untuk semua mahluk hidup yang ada di dalamnya.

Rimbaku adalah paru-paru dunia, berikan udara segar tanpa pernah minta dibayar. Berikan ribuan liter air bersih dengan rasa kasih. Berikan tanah subur, agar hidup kita jadi makmur. Berikan semua yang dia punya kepada kita manusia, tanpa pernah mengharap bintang balas jasa.

Namun beberapa waktu kemudian keadaan telah berubah. Disana-sini terjadi keserakahan. Ada orang-orang tidak bertanggung jawab ingin kuasai dunia dan menghalalkan segala macam cara. Hutan-hutan dibabat dan dibumihanguskan, hewan-hewan dibinasakan, diburu dan dipenjarakan.

Setiap detik, setiap menit, setiap detak jantung dan denyut nadiku, kudengar ribuan pohon dalam hutanku bertumbangan, menggelegar bagaikan suara petir, pecahkan gendang telingaku. Suara gergaji mesin nyanyikan nada-nada kepunahan, untuk bangsa-bangsa satwaku. Mereka berlari, mereka menjerit, mereka ketakutan. Namun kemana mereka akan pergi...?. Mungkinkah mereka bersembunyi dalam jurang kepunahan di sana...?

Lihat...! Coba kita lihat... Saksikan tanah-tanah tandus dan gersang itu. Itu dahulu adalah surga satwaku. Namun kini, surga itu terganti oleh kebun-kebun sawit yang kering kerontang. Tak ada sungai mengalir di sana. Pohon-pohon rindang di sana, telah lama jadi tunggul-tunggul arang yang hitam. Diam, dan tak akan pernah berbisik lagi.

:about me:


  • Name: Mulyadi Pasaribu
  • A.K.A.: Adi, Moel, MP3
  • Birth: Jakarta, Dec 3rd 1982
  • Religion: Christian
  • Hobbies: Attempting New Things
  • Personality: Friendly & Active
  • Affiliation: Youth Movement & Conservation
  • :contact:

  • Address 1: Jl. Karya Wisata Medan 20143, Sumatera Utara
  • Address 2: Jl. Medan Km. 6 No. 68 Pematang Siantar 21143, Sumatera Utara
  • Mobile: +62 81 533 737 533
  • Campus: Forestry Department - University of North Sumatra
  • e-mail: co_rimba@yahoo.com
  • mIRC: co-rimba
  • Friendster: Rimbawan Kecil
  • Milis: sylva_indonesia & id-inform
  • :latest activity:

    Volunteer for Sumatran Orangutan Society-Orangutan Information Centre (SOS-OIC) Medan, North Sumatra

    Ketua GMKI Komisariat Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

    Koordinator Kelompok Kerja Informasi dan Komunikasi Tim Riset Partisipatif GMKI Cabang Medan

    Koordinator Sylva Indonesia Forum Regional I Aceh-Sumut

    :blooming:

    :past:

    :links 2 me:

    [X] Friendster Profile
    [X] Friendster Blogs
    [X] GuestBook
    [X] Forums

    :links:

    [X] Youth Christian
    [X] Environment
    [X] Orangutan
    [X] Sylva Indonesia

    Youth in Action

    Solidaritas untuk anak Indonesia

    Support Green Peace





    :tagboard:

    :credits:

    Powered by Blogger

    [X] Blogger
    [X] BlogSkins
    [X] Clone

    Listed on BlogShares

    :others:

     

    ASAH OTAK

     

    Topik :

     

    Nama

    Taman Nasional

    di Indonesia