
:Rimba Raya:
Profil tanah itu merupakan suatu irisan melintang pada tubuh tanah dibuat dengan cara menggali lubang dengan ukuran (panjang dan lebar) tertentu dan kedalaman yang tertentu pula sesuai dengan keadaan tanah dan keperluan penelitiannya. Dalam hal ini misalnya untuk keperluan genesa tanah pada oksisol yang solumnya tebal, pembuatan profil tanah dapat mencapai kedalaman sekitar 3 - 3,5 meter.
Kemarin, anakku bertanya, Bu, "apakah hutan itu?"
Aku menerawang jauh menjelajah saat saat ku dulu, lalu aku mulai bicara kepada anakku, "Hutan adalah tempat sungai mengalir bening, tempat hewan-hewan berdiri, dan berlari"
"Tempat kumpulan tanaman dan makanan"
"Tempat dimana keteduhan dapat dicari"
"Tempat dimana dunia berkata, tolong... bersihkan aku dari polusi"
"Dimana kamu dapat bersandar dari kebisingan kota"
"Hutan adalah tempat dimana kamu dapat melihat Bapak..."
"Bapak... ?" ujar anakku.
"Seperti kita...?" tanyanya lagi.
Aku mengangguk dan berlalu ke sudut rumah baruku yang terbuat dari besi kokoh berwarna hijau...
"Bu... Tunggu dulu, aku belum puas dengan jawaban tadi", anakku melangkah tergopoh mendatangiku.
"Lalu kapan kita bisa ke hutan bu? melihat Bapak... wajah anakku tertatap polos di depanku.
Aku tersenyum kecil, "Anakku..., hutan itu hanya khayalan Ibu saja", aku mencoba berurai bijak.
"Sungai bening itu kini mengering, pohon-pohon saat ini berteriak minta tolong saat tercabut dari akar dan terpotong rapi, dan sekarang semua tidak ada lagi", aku menghela napas sesaat, "dan anakku... Hutan adalah khayalan Ibu saja...", sambungku lagi.
"Oh..., jadi hutan hanya sebuah dongeng negeri antah berantah ya bu?", ujar anakku polos.
Aku mengangguk, lalu beringsut pindah ke sudut rumah besi hijauku yang kokoh.
"Lalu Bapak bukan khayalan kan bu...?", tanya anakku yang kembali mengejar sambil bergelayut manja dipunggungku.
Aku menggeleng pelan, sambil melihat sesaat pada kulit suamiku yang terjemur rapi di atas kawat sang kolektor yang "baik hati" pada kami dan pada si Pongo kecil, yang kini lelap dipelukku.
"Mimpi indah nak... semoga dalam mimpi mu hutan indah itu muncul", bisikku membelainya.
Indonesia berada di episenter krisis penggundulan hutan global. Indonesia telah kehilangan sekitar 20 juta hektar hutan dari tahun 1985 sampai 1997. Sejak itu, para pakar yakin bahwa 5 juta hektar lainnya juga telah punah, akibat merajalelanya penebangan kayu ilegal bahkan di daerah-daerah yang terlindungi. Ancaman lainnya mencakup desentralisasi; perkebunan kelapa sawit; perburuan dan perdagangan satwa liar ilegal; pembangunan jalan; pertambangan; dan konflik sipil. (CPEF 2002)
Hotspot Sundaland meliputi setengah bagian barat dari kepulauan Indonesia, yaitu suatu kelompok 17.000 pulau terhampar sepanjang 5.000 kilometer di katulistiwa dan terletak di antara benua Asia dan Australia. Hotspot ini mencakup beberapa pulau-pulau terbesar di dunia dan berbatasan dengan tiga hotspot lainnya: Wallacea di bagian timur, Indo-Burma di bagian barat, dan Filipina di bagian utara. Secara keseluruhan, keempat pusat lokasi ini merupakan satu dari dua konsentrasi terbesar keanekaragaman spesies darat dan air tawar di Bumi – sedangkan satu lagi terdapat di sebelah utara Amerika Selatan. Sundaland memiliki luas sekitar 1,6 juta kilometer persegi, didominasi oleh pulau Kalimantan dan Sumatera. Topografinya mencakup pegunungan tinggi, pegunungan berapi, daratan endapan, danau, rawa, dan pesisir pantai yang dangkal. Indonesia sendiri merupakan rumah bagi 10% jumlah spesies tumbuhan dunia, 12% dari semua mamalia, 17% dari semua burung, 16% dari semua reptil dan amfibia, dan 25% dari semua jenis ikan. Sundaland mempunyai enam daerah burung endemis, bersamaan dengan 15.000 spesies tumbuhan endemis, 139 spesies burung endemis, 115 spesies mamalia endemis, 268 spesies reptil endemis, dan 280 spesies ikan air tawar endemis. (CPEF 2001)
CPEF 2002, Pusat Lokasi Keanekaragaman Hayati Sundaland
CPEF 2001, Ekosistem hutan sumatera dalam hot spot keanekaragaman hayati sundaland
SEJAK SAAT ITU AKU HIDUP SENDIRIAN DALAM KURUNGAN INI. AKU BOSAN HIDUP DALAM KURUNGAN BESI INI. AKU INGIN BEBAS SEPERTI DULU LAGI. MAKAN DAN TINGGAL DI DALAM HUTAN TEMPAT SURGAKU.
Bila malam telah datang, Aku selalu teringat ibuku, yang mati beberapa tahun yang lalu. Sedih rasanya ditinggalkan ibu.
DULU AKU ANGGAP MANUSIA ITU BAIK. NAMUN KENYATAANNYA TIDAK DEMIKIAN. MEREKA JAHAT, MEREKA MEMBURUKU, MEMBUNUH IBUKU, DAN SAUDARA-SAUDARAKU YANG ADA DI HUTAN SANA. TIDAK HANYA ITU, MEREKA JUGA MERUSAK TEMPAT TINGGALKU.
Kini spesies kami hampir punah. di Sumatera tercatat hanya 7.200 ekor saja yang masih tersisa. Namun kini, kami merasa lega. Ada beberapa kelompok manusia kini memperhatikan kami. Kami kini punya harapan untuk hidup lebih lama lagi. Paling tidak untuk 1000 tahun yang akan datang.
"SELAMATKAN KAMI YA ...!!!! HIDUP KAMI DI TANGANMU"
Tinggi :
Jantan : 120 - 150 cm; Betina 90 - 120 cm
Berat :
Jantan : 70 - 110 kg ( di alam liar ), sedangkan di karantina dapat mencapai 150 kg Betina : 40 - 60 kg
Lengan :
Panjang lengan 60 - 90 cm, atau dua per tiga dari tinggi badan
Warna Tubuh :
Warna rambut coklat kemerahan. Orangutan Sumatra jantan mempunyai warna janggut agak merah kekuningan hingga jingga
Tampilan Fisik :
Wajah : sekitar mata tidak berbulu dan mempunyai telinga yang kecil; Orangutan Sumatra bentuk wajah oval memanjang dan menyempit, seperti berlian; orangutan jantan mempunyai kantung suara yang menggelantung waktu kempis; orangutan jantan mempunyai daging pipi "cheek pad" yang akan berkembang mulai dari umur 15 - 20 tahun
Tubuh : jantan dewasa ukuran tubuhnya dua kali lebih besar dari pada betina; tubuh orangutan tinggi dengan bulu/rambut yang kusut
Lengan : tangan dan kaki kecil memanjang sesuai untuk memegang cabang-cabang pepohonan; jempol tangan dan kaki pendek
Hutan Aek Nauli berada di Kecamatan Girsang Simpangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Propinsi Sumatera Utara. Aksesibilitas ke lokasi ini sangat tinggi karena terletak di antara kota Parapat dan Pematangsiantar melalui jalur lintas Sumatera.
Hutan Aek Nauli terbagi dua berdasarkan komposisinya, yaitu hutan homogen dengan dominasi tegakan Pinus (Pinus merkusii), dan hutan heterogen yang disebut juga hutan alam dengan beberapa jenis tegakan.
Hutan alam Aek Nauli berada pada ketinggian 1200 mdpl. Secara geografis terletak pada 430 25' BT dan 40 89' LU. Hutan ini memiliki kelerengan 2 sampai 15% dan sebagian merupakan areal datar berbukit dan sebagian merupakan lembah dangkal. Curah hujan kawasan Aek Nauli termasuk ke dalam tipe A menurut klasifikasi Smith dan Ferguson dengan curah hujan rata-rata berkisar antara 2199,4 mm sampai dengan 2452 mm, kelembaban udara rata-rata harian 84 mmHg dan suhu rata-rata bulanan berkisar antara 23 sampai 24 0 C.
Beberapa jenis pohon yang merupakan jenis asli hutan alam Aek Nauli adalah Pinus sp., Quercus sp., Omalanthus, Lithocarpus sp., Garcinia sp., dan lain-lain.
:jeritan rimba raya:
Teringat puluhan tahun silam, Negeriku penuh dengan hutan rimba. Setiap jengkalnya ada rahmat Tuhan, ada kedamaian, ada kebahagiaan, untuk manusia dan untuk semua mahluk hidup yang ada di dalamnya.
Rimbaku adalah paru-paru dunia, berikan udara segar tanpa pernah minta dibayar. Berikan ribuan liter air bersih dengan rasa kasih. Berikan tanah subur, agar hidup kita jadi makmur. Berikan semua yang dia punya kepada kita manusia, tanpa pernah mengharap bintang balas jasa.
Namun beberapa waktu kemudian keadaan telah berubah. Disana-sini terjadi keserakahan. Ada orang-orang tidak bertanggung jawab ingin kuasai dunia dan menghalalkan segala macam cara. Hutan-hutan dibabat dan dibumihanguskan, hewan-hewan dibinasakan, diburu dan dipenjarakan.
Setiap detik, setiap menit, setiap detak jantung dan denyut nadiku, kudengar ribuan pohon dalam hutanku bertumbangan, menggelegar bagaikan suara petir, pecahkan gendang telingaku. Suara gergaji mesin nyanyikan nada-nada kepunahan, untuk bangsa-bangsa satwaku. Mereka berlari, mereka menjerit, mereka ketakutan. Namun kemana mereka akan pergi...?. Mungkinkah mereka bersembunyi dalam jurang kepunahan di sana...?
Lihat...! Coba kita lihat... Saksikan tanah-tanah tandus dan gersang itu. Itu dahulu adalah surga satwaku. Namun kini, surga itu terganti oleh kebun-kebun sawit yang kering kerontang. Tak ada sungai mengalir di sana. Pohon-pohon rindang di sana, telah lama jadi tunggul-tunggul arang yang hitam. Diam, dan tak akan pernah berbisik lagi.
:about me:

:contact:
:latest activity:
Volunteer for Sumatran Orangutan Society-Orangutan Information Centre (SOS-OIC) Medan, North Sumatra
Ketua GMKI Komisariat Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara
Koordinator Kelompok Kerja Informasi dan Komunikasi Tim Riset Partisipatif GMKI Cabang Medan
Koordinator Sylva Indonesia Forum Regional I Aceh-Sumut
:blooming:
:past:
:links 2 me:
[X] Friendster Profile
[X] Friendster Blogs
[X] GuestBook
[X] Forums
:links:
[X] Youth Christian
[X] Environment
[X] Orangutan
[X] Sylva Indonesia
:tagboard:
:credits:
[X] Blogger
[X] BlogSkins
[X] Clone
:others:
ASAH OTAK
Topik :NamaTaman Nasionaldi Indonesia
|