:Rimba Raya:

Friday || CAGAR ALAM BATU GAJAH

Kawasan ini ditetapkan bersamaan dengan penetapan perlindungan Cagar Alam Dolok Tinggi Raja yang telah dilindungi sejak tahun 1924 melalui keputusan bersama raja-raja Simalungun, yaitu Zelfbestuur Belsuit 1924 No. 24 Tanggal 18 April 1924 dengan luas kawasan hanya 0,8 hektar. Secara administratif wilayah, kawasan ini terletak di Desa Pematang Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun Propinsi Sumatera Utara.


Untuk mencapai CA ini dapat ditempuh rute perjalanan darat, yaitu :
- Medan – Tebing Tinggi – Pematang Siantar – Tiga Dolok (Dolok Panribuan) dengan jarak tempuh 153 km atau waktu tempuh lebih kurang 4 jam.
- Medan – Berastagi – Kabanjahe – Tiga Runggu – Tiga Dolok dengan jarak tempuh 202 km atau waktu tempuh sekitar 5 – 6 jam.
Dari Tiga Dolok, perjalanan masih harus dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 4 km untuk dapat memasuki lokasi. Jalan setapak menuju lokasi sudah disemen dan dapat dilalui dengan mudah.

Posisi CA Batu Gajah terletak pada sudut pertemuan dua alur sungai, yaitu Sungai Kisat dan Sungai Sipinggan. Konon ceritanya kawasan ini dahulunya merupakan tempat ibadah bagi para penganut kepercayaan spiritual. Pertemuan dua alur sungai merupakan tempat berpusatnya kekuatan supranatural, sehingga lokasi ini dipilih sebagai tempat keramat untuk bertapa.

Perlindungan kawasan Batu Gajah ini dimaksudkan sebagai perlindungan terhadap monumen alam (nature monument). Potensi yang ada di lokasi ini, dalam perkembangannya sekarang merupakan potensi Cagar Budaya, dikarenakan yang lebih utama untuk dilindungi adalah pahatan prasasti peninggalan sejarah yang memiliki nilai historis religius yang sangat tinggi.

Benda-benda bersejarah dimaksud berupa batu-batuan yang berbentuk gajah, katak, ulok (bahasa tapanuli yang berarti ular), dan juga batuan yang berbentuk lesung dan batu berbentuk karang.

Kisah sejarah yang menghiasi peninggalan tersebut merupakan cerita turun-temurun semenjak zaman nenek moyang. Sepasang suami istri dari Marga Purba telah membangun tempat tersebut. Batu tebing besar yang terdapat di lokasi merupakan batu yang dipahat membentuk sebuah bangunan yang merupakan gambaran tempat perlindungan harta yang dijaga oleh seekor gajah dewasa dan seekor ular di bagian atas bangunan. Pada sekelilingnya dikawal oleh para pengawal yang siaga di relung-relung kecil sekeliling bangunan.

Di bagian depan jalan masuk menuju batu bangunan tersebut, terdapat juga sebuah batu gajah berukuran kecil dan pada bagian belakang bangunan, terdapat batu berbentuk katak raksasa serta batu berbentuk kerbau jantan dengan penggembalanya yang digambarkan sedang berjongkok di sebelah kanan kerbau.

Di dalam kawasan CA Batu Gajah juga terdapat berbagai jenis flora, diantaranya adalah Tusam/Pinus (Pinus merkusii), Pulai (Alstonia schollaris), Aren (Arenga sp.), Bambu (Bambusa sp.), Pakis-pakisan dan berbagai jenis tumbuhan bawah lainnya. Selain flora, jenis fauna yang dapat dilihat di kawasan ini adalah jenis mamalia kecil, yaitu musang, tupai, babi hutan, kera dan juga jenis burung tekukur, pergam dan kutilang.


PERWIRA RIMBA |9:34 PM
========================================================


:jeritan rimba raya:

Teringat puluhan tahun silam, Negeriku penuh dengan hutan rimba. Setiap jengkalnya ada rahmat Tuhan, ada kedamaian, ada kebahagiaan, untuk manusia dan untuk semua mahluk hidup yang ada di dalamnya.

Rimbaku adalah paru-paru dunia, berikan udara segar tanpa pernah minta dibayar. Berikan ribuan liter air bersih dengan rasa kasih. Berikan tanah subur, agar hidup kita jadi makmur. Berikan semua yang dia punya kepada kita manusia, tanpa pernah mengharap bintang balas jasa.

Namun beberapa waktu kemudian keadaan telah berubah. Disana-sini terjadi keserakahan. Ada orang-orang tidak bertanggung jawab ingin kuasai dunia dan menghalalkan segala macam cara. Hutan-hutan dibabat dan dibumihanguskan, hewan-hewan dibinasakan, diburu dan dipenjarakan.

Setiap detik, setiap menit, setiap detak jantung dan denyut nadiku, kudengar ribuan pohon dalam hutanku bertumbangan, menggelegar bagaikan suara petir, pecahkan gendang telingaku. Suara gergaji mesin nyanyikan nada-nada kepunahan, untuk bangsa-bangsa satwaku. Mereka berlari, mereka menjerit, mereka ketakutan. Namun kemana mereka akan pergi...?. Mungkinkah mereka bersembunyi dalam jurang kepunahan di sana...?

Lihat...! Coba kita lihat... Saksikan tanah-tanah tandus dan gersang itu. Itu dahulu adalah surga satwaku. Namun kini, surga itu terganti oleh kebun-kebun sawit yang kering kerontang. Tak ada sungai mengalir di sana. Pohon-pohon rindang di sana, telah lama jadi tunggul-tunggul arang yang hitam. Diam, dan tak akan pernah berbisik lagi.

:about me:


  • Name: Mulyadi Pasaribu
  • A.K.A.: Adi, Moel, MP3
  • Birth: Jakarta, Dec 3rd 1982
  • Religion: Christian
  • Hobbies: Attempting New Things
  • Personality: Friendly & Active
  • Affiliation: Youth Movement & Conservation
  • :contact:

  • Address 1: Jl. Karya Wisata Medan 20143, Sumatera Utara
  • Address 2: Jl. Medan Km. 6 No. 68 Pematang Siantar 21143, Sumatera Utara
  • Mobile: +62 81 533 737 533
  • Campus: Forestry Department - University of North Sumatra
  • e-mail: co_rimba@yahoo.com
  • mIRC: co-rimba
  • Friendster: Rimbawan Kecil
  • Milis: sylva_indonesia & id-inform
  • :latest activity:

    Volunteer for Sumatran Orangutan Society-Orangutan Information Centre (SOS-OIC) Medan, North Sumatra

    Ketua GMKI Komisariat Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

    Koordinator Kelompok Kerja Informasi dan Komunikasi Tim Riset Partisipatif GMKI Cabang Medan

    Koordinator Sylva Indonesia Forum Regional I Aceh-Sumut

    :blooming:

    :past:

    :links 2 me:

    [X] Friendster Profile
    [X] Friendster Blogs
    [X] GuestBook
    [X] Forums

    :links:

    [X] Youth Christian
    [X] Environment
    [X] Orangutan
    [X] Sylva Indonesia

    Youth in Action

    Solidaritas untuk anak Indonesia

    Support Green Peace





    :tagboard:

    :credits:

    Powered by Blogger

    [X] Blogger
    [X] BlogSkins
    [X] Clone

    Listed on BlogShares

    :others:

     

    ASAH OTAK

     

    Topik :

     

    Nama

    Taman Nasional

    di Indonesia