:Rimba Raya:

Wednesday || "SOSIOLOGI MASYARAKAT DESA HUTAN"

Pengertian
Sosiologi merupakan suatu ilmu yang menyangkut, mempelajari dan menjelaskan prilaku manusia di dalam kelompoknya dan dalam hubungannya dengan orang atau kelompok lain dan tidak menutup kemungkinan masyarakat tersebut dapat berinteraksi dengan kondisi alam dimana dia tinggal dan kelompok masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat desa hutan.

Tujuan
Tujuan kita mempaelajari sosiologi masyarakat desa hutan adalah :
1. Kita dapat menerangkan atau mendeskripsikan fenomena atau kejadian-kejadian tertentu yang terjadi pada masyarakat desa hutan tersebut dalam hal ini, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan TNGL
2. Kita dapat mengetahui mengapa dan bagaimana terjadinya suatu fenomena tersebut dengan fakta dan kondisi dilapangan dengan melihat kebiasaan atau tradisi yang ada di masyarakat
3. Kita dapat mengambil kesimpulan secara nyata dan terarah pada objek yang kita amati antara kondisi sosial ekonomi masyarakat di sekitar habitat Orangutan Sumatera

Teknik atau langkah pengkajian
Langkah-langkah pengkajian sosiologi masyarakat desa hutan
1. Menentukan ide, bahkan isu atau permasalahan yang akan dikaji. Dalam hal ini masalah yang dikaji adalah pola interaksi masyarakat desa hutan dengan ekosistem hutan termasuk habitat Orangutan serta berbagai macam konflik yang terjadi antar individu dan kelompok yang ada dan dalam konteks interaksi ekonomi, sosial maupun budaya.
2. Perumusan dan identifikasi perangkat-perangkat kajian yang diperlukan, misalnya batasan, defenisi operasional, variable, sampling dan sebagainya. dan kajian kita kali ini adalah dibatasi sampai dengan pembatasan kelompok sasaran atau rtesponden dan permasalahan yang diperdalam.
3. Pengumpulan data, menggunakan teknik-teknik wawancara singkat yang efektif.
4. Analisis dan penarikan kesimpulan. dalam hal ini adalah kita diminta untuk menyimpulkan fenomena yang dikaji dan memberikan analilis serta pendapat akan alternatif-alternatif solusi (jika terdapat permasalahan) dan apabila memungkinkan dapat dilakukan tahapan pengujian-pengujian dan pembuktian akan kebenaran dari kesimpulan yang dibuat.

Ketrampilan Wawancara
Beberapa ketrampilan dasar yang harus dimiliki untuk kegiatan wawancara :
1. Kemampuan mendengar secara aktif
2. Kemampuan menyusun pertanyaan yang produktif
3. Kemampuan menggunakan bahasa tubuh dalam memeriksa empati
4. Kemampuan mengatasi halangan atau hambatan komunikasi, baik bahasa daerah dan bahasa lainnya yang kita dapat kuasai sebagai penunjang
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pendekatan untuk wawancara
1. Pahami latar belakang responden (masyarakat) meliputi latar belakang suku, agama, adat istiadat, mata pencaharian, pola prilaku dan terutama hal-hal khusus yang ditabukan
2. Gunakan pendekatan yang paling mungkin bisa diterima oleh responden
3. Bangun persepsi positif terhadap masyarakat desa tersebut
4. Menyadari hak dan posisi kita sebagai seorang yang ingin mendapatkan data, kehadiran kita bukanlah sesuatu yang menguntungkan bagi masyarakat, bahkan sebagian kelompok merasa dirugikan.
5. Kita harus mempelajari waktu terbaik untuk wawancara, prinsipnya adalah seminimal mungkin merugikan, mengganggu aktivitas para responden.


PERWIRA RIMBA |6:09 PM
========================================================

Saturday || TINGKAT PELAPISAN HUTAN

Hutan hujan tropika Indonesia memiliki beberapa tingkat pelapisan. Populasi campuran didalamnya disusun pada arah vertical dengan jarak teratur secara tak-senambung. Meskipun ada beberapa keragaman yang perlu diperhatikan kemudian, hutan ini secara khas menampilkan tiga lapisan pohon. Lapisan pohon satu dengan lainnya diselingi oleh belukar dan tumbuhan terna.

Ewusie (1990), membagi lapisan ini dalam beberapa lapis, yaitu :
1. Lapis paling atas (tingkat-A) terdiri dari pepohon setinggi 30-45 m. Pepohonan yang muncul keluar ini mencuat tinggi di atas sudur hutan, bertajuk lebar dan umumnya tersebar dedemikian rupa sehingga tidak saling bersentuhan membentuk lapisan yang berdinambung. Bentuk tajuknya yang khas sering digunakan untuk pengenalan jenisnya dalam satu wilayah. Pepohonan yang mencuat keluar itu sering berakar dangkal dan berbanir.

2. Lapis pepohonan kedua (tingkat-B) dibawah yang mencuat tadi , adakalanya juga disebut sebagai tingkat atas, terdiri dari pepohonan sampai ketinggian sekitar 18-27 m. pepohonan ini tumbuh lebih berdekatan dan cenderung membentuk sudur yang bersinambung. Tajuk sering membulat atau memanjang dan tidak selebar seprti pohon yang mencuat.
3. Lapis pepohonan ketiga (tingkat-C), yang juga dinamakan tingkat bawah, tediri dari pepohonan yang tumbuh sampai ketinggaian sekitar 8-14 m. Pepohonan disini sering mempunyai bentuk yang beragam tetapi cenderung membentuk lapisan yang rapat, terutama ditempat yang lapisan keduanya tidak demikian.
Ketiga lapisan pohon ini juga bergabung dengan bebrapa populasi epifit, perambat dan parasit, terutama bergantung pada kebutuhan cahaya dari tumbuhan yang bersangkutan.
4. selain dari lapis pepohonan tersebut, terdapat lapis belukar yang terdiri dari spesies dengan ketinggian yang kurang dari 10 meter. Tempaknya terdapat dua bentuk belukar; yang mempunyai percabangan dekat ke tanah dan karenanya tidak mempunyai sumbu utama; dan yang menyerupai pohon kecil karena mempunyai sumbu utama yang jelas, yang sering dinmakan pohon kecil dan mencakup pohon muda dari spesies pohon yang lebih besar.
5. yang terakhir, yaitu terdapat lapis terna yang terdiri dari tumbuhan yang lebih kecil yang merupakan kecambah pohan yang lebih besar dari lapisan yang lebih atas, atau spesies terna.


PERWIRA RIMBA |6:21 PM
========================================================

Monday || SUDAH SAATNYA KITA PEDULI !!!

Bencana alam (banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, dsb) yang melanda dan meresahkan kehidupan telah menimbulkan banyak kerugian (lenyapnya harta benda, rusaknya tempat tinggal, sampai menyebabkan hilangnya nyawa bagi manusia, ditambah lagi dengan hilangnya keanekaragaman hayati atau biodiversity dari flora dan fauna Indonesia yang terkenal kaya). Ini terjadi akibat ulah manusia sendiri yang tidak peduli kepada alamnya.

Perilaku dan aktivitas manusia yang tidak bermoral telah menggilas hutan kita yang katanya sebagai paru-paru dunia. Setiap waktu (setiap jam, menit, bahkan setiap detik) hutan kita semakin berkurang karena pembalakan, penjarahan, penebangan liar atau illegal loging, kebakaran hutan, dsb.

Akankah kita tinggal diam atas apa yang terjadi pada hutan kita ? Jangan hancurkan kehidupan kita sendiri. Jangan tunggu hingga alam ini murka. Hutan adalah penyangga kehidupan (buffer of life). Kalau bukan kita siapa lagi yang akan peduli ???


PERWIRA RIMBA |6:07 PM
========================================================


:jeritan rimba raya:

Teringat puluhan tahun silam, Negeriku penuh dengan hutan rimba. Setiap jengkalnya ada rahmat Tuhan, ada kedamaian, ada kebahagiaan, untuk manusia dan untuk semua mahluk hidup yang ada di dalamnya.

Rimbaku adalah paru-paru dunia, berikan udara segar tanpa pernah minta dibayar. Berikan ribuan liter air bersih dengan rasa kasih. Berikan tanah subur, agar hidup kita jadi makmur. Berikan semua yang dia punya kepada kita manusia, tanpa pernah mengharap bintang balas jasa.

Namun beberapa waktu kemudian keadaan telah berubah. Disana-sini terjadi keserakahan. Ada orang-orang tidak bertanggung jawab ingin kuasai dunia dan menghalalkan segala macam cara. Hutan-hutan dibabat dan dibumihanguskan, hewan-hewan dibinasakan, diburu dan dipenjarakan.

Setiap detik, setiap menit, setiap detak jantung dan denyut nadiku, kudengar ribuan pohon dalam hutanku bertumbangan, menggelegar bagaikan suara petir, pecahkan gendang telingaku. Suara gergaji mesin nyanyikan nada-nada kepunahan, untuk bangsa-bangsa satwaku. Mereka berlari, mereka menjerit, mereka ketakutan. Namun kemana mereka akan pergi...?. Mungkinkah mereka bersembunyi dalam jurang kepunahan di sana...?

Lihat...! Coba kita lihat... Saksikan tanah-tanah tandus dan gersang itu. Itu dahulu adalah surga satwaku. Namun kini, surga itu terganti oleh kebun-kebun sawit yang kering kerontang. Tak ada sungai mengalir di sana. Pohon-pohon rindang di sana, telah lama jadi tunggul-tunggul arang yang hitam. Diam, dan tak akan pernah berbisik lagi.

:about me:


  • Name: Mulyadi Pasaribu
  • A.K.A.: Adi, Moel, MP3
  • Birth: Jakarta, Dec 3rd 1982
  • Religion: Christian
  • Hobbies: Attempting New Things
  • Personality: Friendly & Active
  • Affiliation: Youth Movement & Conservation
  • :contact:

  • Address 1: Jl. Karya Wisata Medan 20143, Sumatera Utara
  • Address 2: Jl. Medan Km. 6 No. 68 Pematang Siantar 21143, Sumatera Utara
  • Mobile: +62 81 533 737 533
  • Campus: Forestry Department - University of North Sumatra
  • e-mail: co_rimba@yahoo.com
  • mIRC: co-rimba
  • Friendster: Rimbawan Kecil
  • Milis: sylva_indonesia & id-inform
  • :latest activity:

    Volunteer for Sumatran Orangutan Society-Orangutan Information Centre (SOS-OIC) Medan, North Sumatra

    Ketua GMKI Komisariat Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

    Koordinator Kelompok Kerja Informasi dan Komunikasi Tim Riset Partisipatif GMKI Cabang Medan

    Koordinator Sylva Indonesia Forum Regional I Aceh-Sumut

    :blooming:

    :past:

    :links 2 me:

    [X] Friendster Profile
    [X] Friendster Blogs
    [X] GuestBook
    [X] Forums

    :links:

    [X] Youth Christian
    [X] Environment
    [X] Orangutan
    [X] Sylva Indonesia

    Youth in Action

    Solidaritas untuk anak Indonesia

    Support Green Peace





    :tagboard:

    :credits:

    Powered by Blogger

    [X] Blogger
    [X] BlogSkins
    [X] Clone

    Listed on BlogShares

    :others:

     

    ASAH OTAK

     

    Topik :

     

    Nama

    Taman Nasional

    di Indonesia