:Rimba Raya:

Monday || KETIKA GEMPA MELANDA SAMUDERA HINDIA

Minggu pagi tanggal 26 Desember 2004 sekitar pukul 08.45 WIB, Aku terjaga dari peraduanku. Sayup-sayup kudengar teriakan dari Ayah yang mencoba membangunkan dari lelap tidurku. “Adi… bangun… cepat bangun…”, demikian teriakan Ayah yang sempat terdengar olehku. Seketika itu juga aku membuka kedua mataku dan langsung bangkit dari atas tempat tidurku. “Kenapa sih yah…?”, sungutku karena merasa terusik oleh teriakannya. “Ada gempa…”, jawab Ayahku. “Cepat keluar dari rumah…”, lanjutnya kemudian. Kontan saja aku terjaga dan langsung tersadar dari khayalan yang ingin kembali melanjutkan tidurku di atas pembaringan.

Setelah keluar dari kamar tidur, aku melihat semua anggota keluargaku sudah berada di halaman rumah sambil melihat ke arah kiri dan kanan sekitar rumah kami. Sambil berjalan menuju halaman rumah, Aku merasakan langkahku agak goyang, seperti berada di atas sebuah kapal laut yang diombang-ambingkan ombak. Goyangan itu semakin terasa, ketika aku telah berdiri diam diantara anggota keluargaku yang lain, yang telah terlebih dahulu ada di halaman rumah.

Setelah goyangan akibat gempa itu tidak terasa lagi, semua anggota keluargaku saling menceritakan kembali apa yang mereka alami selama gempa berlangsung. Adik perempuanku yang sedang menghabiskan masa liburan di kampung, setelah menjalani kegiatan perkuliahan selama satu semester di Medan, membuka cerita dengan semangatnya. “Tadi pas Aku lagi cuci piring, tiba-tiba air yang ada di dalam ember besar muncrat-muncrat”. “Terus aku merasa mual dan pening”, jelasnya mengenai kejadian yang baru saja dialaminya. “Iya… Mama pun mau muntah dan berapa kali hampir mau jatuh”, sambung Mamaku kemudian. Cerita mengenai Gempa tersebut terus berlangsung, sampai saat kami harus berurusan dengan aktifitas kami masing-masing.

Kebetulan saat itu adalah hari minggu dan merupakan hari Natal ke 2. Aku langsung memilih dan mempersiapkan pakaian yang akan kupakai menuju Rumah Tuhan. Sementara itu, Ayahku langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sebagai seorang Penatua dan Orgenist Gereja, Ayah tidak mau datang terlambat ke Gereja supaya dapat mempersiapakan dan mempelajari lagu-lagu rohani yang akan dinyanyikan saat ibadah berlangsung nantinya. Ibu kembali ke dapur untuk meneruskan urusan masak-memasaknya, dan Adik perempuanku kembali membilas piring yang telah dicucinya.

Beberapa waktu kemudian, Kami sekeluarga sudah berada di dalam Gereja dan mengikuti ibadah Natal Hari ke 2. Dalam Khotbahnya, Pendeta Gereja kami pun sempat membahas mengenai Gempa yang baru saja kami rasakan. Saat itu, kami semua belum mengetahui dahsyatnya akibat yang ditimbulkan gempa yang ternyata berpusat di perairan Samudera Hindia tersebut.

Setelah selesai mengikuti ibadah di gereja dan kembali ke rumah sekitar pukul 12.00 WIB, Aku langsung menghidupkan TV untuk mencari siaran-siaran Natal. Namun saat memilih-milih siaran melalui remote TV, Aku melihat tayangan berita di salah satu stasiun TV mengenai Gempa yang kami rasakan tadi pagi dan ternyata diikuti oleh gelombang Tsunami yang sangat besar. Dari berita tersebut, Aku mengetahui bahwa Gempa tersebut berpusat di sekitar perairan barat Pulau Sumatera bagian utara dan kekuatannya mencapai sekitar 6,5 skala richter dan kemudian di ralat menjadi sekitar 9 skala richter.

Dalam berita tersebut, sekilas dijelaskan bahwa Gempa yang diikuti oleh gelombang Tsunami tersebut mengakibatkan korban yang sangat banyak di daerah Sri Lanka. Aceh juga disebutkan sebagai salah satu wilayah yang mendapatkan akibat Gempa dan gelombang Tsunami tersebut, namun masih belum diketahui secara jelas korban yang ditimbulkan oleh bencana alam, yang ternyata merupakan bencana alam terhebat sepanjang abad ini.

Beberapa jam kemudian, berita semakin jelas dan akurat. Ternyata wilayah Aceh dan Sumatera Utara adalah dua propinsi di Indonesia yang mendapatkan akibat cukup nyata dari bencana alam tersebut. Bahkan disebutkan juga bahwa korban di wilayah Aceh adalah yang terbanyak, setelah korban di Sri Lanka, Thailand, India, Malaysia dan beberapa Negara lainnya.

Hari berganti dan berita-berita mengenai bencana alam tersebut menjadi pusat perhatian seluruh dunia.


PERWIRA RIMBA |12:22 AM
========================================================


:jeritan rimba raya:

Teringat puluhan tahun silam, Negeriku penuh dengan hutan rimba. Setiap jengkalnya ada rahmat Tuhan, ada kedamaian, ada kebahagiaan, untuk manusia dan untuk semua mahluk hidup yang ada di dalamnya.

Rimbaku adalah paru-paru dunia, berikan udara segar tanpa pernah minta dibayar. Berikan ribuan liter air bersih dengan rasa kasih. Berikan tanah subur, agar hidup kita jadi makmur. Berikan semua yang dia punya kepada kita manusia, tanpa pernah mengharap bintang balas jasa.

Namun beberapa waktu kemudian keadaan telah berubah. Disana-sini terjadi keserakahan. Ada orang-orang tidak bertanggung jawab ingin kuasai dunia dan menghalalkan segala macam cara. Hutan-hutan dibabat dan dibumihanguskan, hewan-hewan dibinasakan, diburu dan dipenjarakan.

Setiap detik, setiap menit, setiap detak jantung dan denyut nadiku, kudengar ribuan pohon dalam hutanku bertumbangan, menggelegar bagaikan suara petir, pecahkan gendang telingaku. Suara gergaji mesin nyanyikan nada-nada kepunahan, untuk bangsa-bangsa satwaku. Mereka berlari, mereka menjerit, mereka ketakutan. Namun kemana mereka akan pergi...?. Mungkinkah mereka bersembunyi dalam jurang kepunahan di sana...?

Lihat...! Coba kita lihat... Saksikan tanah-tanah tandus dan gersang itu. Itu dahulu adalah surga satwaku. Namun kini, surga itu terganti oleh kebun-kebun sawit yang kering kerontang. Tak ada sungai mengalir di sana. Pohon-pohon rindang di sana, telah lama jadi tunggul-tunggul arang yang hitam. Diam, dan tak akan pernah berbisik lagi.

:about me:


  • Name: Mulyadi Pasaribu
  • A.K.A.: Adi, Moel, MP3
  • Birth: Jakarta, Dec 3rd 1982
  • Religion: Christian
  • Hobbies: Attempting New Things
  • Personality: Friendly & Active
  • Affiliation: Youth Movement & Conservation
  • :contact:

  • Address 1: Jl. Karya Wisata Medan 20143, Sumatera Utara
  • Address 2: Jl. Medan Km. 6 No. 68 Pematang Siantar 21143, Sumatera Utara
  • Mobile: +62 81 533 737 533
  • Campus: Forestry Department - University of North Sumatra
  • e-mail: co_rimba@yahoo.com
  • mIRC: co-rimba
  • Friendster: Rimbawan Kecil
  • Milis: sylva_indonesia & id-inform
  • :latest activity:

    Volunteer for Sumatran Orangutan Society-Orangutan Information Centre (SOS-OIC) Medan, North Sumatra

    Ketua GMKI Komisariat Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

    Koordinator Kelompok Kerja Informasi dan Komunikasi Tim Riset Partisipatif GMKI Cabang Medan

    Koordinator Sylva Indonesia Forum Regional I Aceh-Sumut

    :blooming:

    :past:

    :links 2 me:

    [X] Friendster Profile
    [X] Friendster Blogs
    [X] GuestBook
    [X] Forums

    :links:

    [X] Youth Christian
    [X] Environment
    [X] Orangutan
    [X] Sylva Indonesia

    Youth in Action

    Solidaritas untuk anak Indonesia

    Support Green Peace





    :tagboard:

    :credits:

    Powered by Blogger

    [X] Blogger
    [X] BlogSkins
    [X] Clone

    Listed on BlogShares

    :others:

     

    ASAH OTAK

     

    Topik :

     

    Nama

    Taman Nasional

    di Indonesia