:Rimba Raya:

Sunday || HUTAN LINDUNG SIBOLANGIT, TANGGUNG JAWAB SIAPA ?

Kawasan Hutan Lindung Sibolangit yang sebahagian wilayahnya telah menjadi Bumi Perkemahan Sibolangit, kini semakin dipertanyakan statusnya.

Bila merujuk kepada Undang-undang kehutanan No. 41 Tahun 1999, Hutan Lindung diartikan sebagai kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.

Selanjutnya, Hutan Lindung sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan ditujukan bagi terpeliharanya proses ekologis yang menunjang kelangsungan kehidupan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia (pasal 7 Undang-undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya).
Oleh karena itu, sudah seharusnya Hutan Lindung Sibolangit terlindung dan dilindungi demi kesejahteraan kehidupan manusia bukan hanya yang berada di sekitar Sibolangit saja melainkan juga yang berada di Kota Medan..
Bumi Perkemahan Sibolangit yang berhadapan dengan Hutan Lindung Sibolangit dan dibatasi oleh aliran sungai kecil, sangat strategis untuk setiap kegiatan outdoor dan pendidikan serta rekreasi seperti tracking / Jungle track. Uniknya, Hutan Lindung yang seharusnya tertutup untuk kegiatan kemah, justru dibuka secara bebas bagi halayak umum.
Setiap pengunjung yang akan berkemah di kawasan Hutan Lindung Sibolangit harus membayar retribusi sebanyak 2 kali di 2 posko berbeda, yaitu : di kawasan Bumi Perkemahan Sibolangit dan di depan Pintu Kawasan Hutan Lindung Sibolangit. Ironisnya pemungutan retribusi tersebut tidak dilakukan oleh aparat yang berwenang (berseragam), Selain itu, dengan banyaknya retribusi yang dibebankan pada setiap pengunjung seharusnya dapat memberikan kompensasi yang layak bagi kelestarian Hutan Lindung Sibolangit, namun justru sebaliknya kawasan Hutan Lindung Sibolangit lambat laun menuju kepada kehancuran.
Fakta yang dijumpai dilapangan bahwa kondisi Hutan Lindung Sibolangit semakin mengkhawatirkan, bukan hanya dikarenakan maraknya penebangan-penebangan liar, melainkan juga disebabkan karena tumpukan sampah anorganik yang berserakan di sana-sini hingga hampir setiap sisi tanah terdapat tumpukan sampah. Padahal pungutan demi pungutan retribusi semakin gencar tanpa timbal balik bahkan semakin brutal, selain retribusi yang dibebankan harus dibayar tanpa menerima tanda bukti yang sah dari petugas yang berwenang, beberapa waktu yang lalu penulis pernah mengalami perselisihan dengan para pemungut retribusi saat akan memasuki kawasan Hutan Lindung bersama kawan-kawan Gappanca (Gabungan Pemuda Pencinta Alam) karena mempertanyakan izin mereka dalam memungut retribusi tersebut, sehingga pengalaman ini memunculkan pertanyaan ; "retribusi ini resmi atau tidak ?" dan dimanakah petugas berwenang yang berhak menangani kawasan Hutan Lindung Sibolangit tersebut ?.
Kalau Pemerintah dalam hal ini Dinas Kehutanan Kabupaten Deli Serdang seakan tutup mata akan hal ini, lalu siapakah yang akan bertanggungjawab atas kerusakan yang telah terjadi dan terus berlangsung di kawasan Hutan Lindung Sibolangit tersebut. Saat ada segelintir orang yang merasa peduli terhadap hal itu, namun tidak memiliki kekuatan dan wewenang, lalu kepada siapa lagi harus mengadu dan mencari dukungan untuk secara bersama-sama meneriakan rasa protes dengan lantang ?. Hutan Lindung Sibolangit yang kini telah rusak secara perlahan namun pasti, akankah bertahan hingga generasi selanjutnya ? ataukah akan musnah sama seperti hutan-hutan lindung lainnya...???


PERWIRA RIMBA |4:06 PM
========================================================


:jeritan rimba raya:

Teringat puluhan tahun silam, Negeriku penuh dengan hutan rimba. Setiap jengkalnya ada rahmat Tuhan, ada kedamaian, ada kebahagiaan, untuk manusia dan untuk semua mahluk hidup yang ada di dalamnya.

Rimbaku adalah paru-paru dunia, berikan udara segar tanpa pernah minta dibayar. Berikan ribuan liter air bersih dengan rasa kasih. Berikan tanah subur, agar hidup kita jadi makmur. Berikan semua yang dia punya kepada kita manusia, tanpa pernah mengharap bintang balas jasa.

Namun beberapa waktu kemudian keadaan telah berubah. Disana-sini terjadi keserakahan. Ada orang-orang tidak bertanggung jawab ingin kuasai dunia dan menghalalkan segala macam cara. Hutan-hutan dibabat dan dibumihanguskan, hewan-hewan dibinasakan, diburu dan dipenjarakan.

Setiap detik, setiap menit, setiap detak jantung dan denyut nadiku, kudengar ribuan pohon dalam hutanku bertumbangan, menggelegar bagaikan suara petir, pecahkan gendang telingaku. Suara gergaji mesin nyanyikan nada-nada kepunahan, untuk bangsa-bangsa satwaku. Mereka berlari, mereka menjerit, mereka ketakutan. Namun kemana mereka akan pergi...?. Mungkinkah mereka bersembunyi dalam jurang kepunahan di sana...?

Lihat...! Coba kita lihat... Saksikan tanah-tanah tandus dan gersang itu. Itu dahulu adalah surga satwaku. Namun kini, surga itu terganti oleh kebun-kebun sawit yang kering kerontang. Tak ada sungai mengalir di sana. Pohon-pohon rindang di sana, telah lama jadi tunggul-tunggul arang yang hitam. Diam, dan tak akan pernah berbisik lagi.

:about me:


  • Name: Mulyadi Pasaribu
  • A.K.A.: Adi, Moel, MP3
  • Birth: Jakarta, Dec 3rd 1982
  • Religion: Christian
  • Hobbies: Attempting New Things
  • Personality: Friendly & Active
  • Affiliation: Youth Movement & Conservation
  • :contact:

  • Address 1: Jl. Karya Wisata Medan 20143, Sumatera Utara
  • Address 2: Jl. Medan Km. 6 No. 68 Pematang Siantar 21143, Sumatera Utara
  • Mobile: +62 81 533 737 533
  • Campus: Forestry Department - University of North Sumatra
  • e-mail: co_rimba@yahoo.com
  • mIRC: co-rimba
  • Friendster: Rimbawan Kecil
  • Milis: sylva_indonesia & id-inform
  • :latest activity:

    Volunteer for Sumatran Orangutan Society-Orangutan Information Centre (SOS-OIC) Medan, North Sumatra

    Ketua GMKI Komisariat Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

    Koordinator Kelompok Kerja Informasi dan Komunikasi Tim Riset Partisipatif GMKI Cabang Medan

    Koordinator Sylva Indonesia Forum Regional I Aceh-Sumut

    :blooming:

    :past:

    :links 2 me:

    [X] Friendster Profile
    [X] Friendster Blogs
    [X] GuestBook
    [X] Forums

    :links:

    [X] Youth Christian
    [X] Environment
    [X] Orangutan
    [X] Sylva Indonesia

    Youth in Action

    Solidaritas untuk anak Indonesia

    Support Green Peace





    :tagboard:

    :credits:

    Powered by Blogger

    [X] Blogger
    [X] BlogSkins
    [X] Clone

    Listed on BlogShares

    :others:

     

    ASAH OTAK

     

    Topik :

     

    Nama

    Taman Nasional

    di Indonesia