:Rimba Raya:

Wednesday || HUTAN ALAM MANGROVE BANDAR KALIPAH

Hutan mangrove Bandar Kalipah berada didesa kayu besar kecamatan bandar Khalipah, kabupaten Serdang Bedagai. Daerah dengan luas lebih kurang 1475 Ha dengan jumlah penduduk lebih kurang 3678 jiwa, dengan suku-suku yang mendominasi Batak, Jawa, Melayu dan status hutan adalah hutan negara.

Derah ini memiliki batas - batas wilayah tertentu yang telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu:
Batas timur : Medang Deras dengan Kab. Asahan
Batas Barat : Kec. Tanjung Beringin dengan Kab. Deli Serdang
Batas Utara : Selat Malaka dengan Desa Pekan Bandar Khalipah
Batas selatan : Desa juhar
Kawasan hutan mangrove yang ada terbagi dalam dua bentuk yaitu hutan tanaman dan hutan alam dengan luas hutan alam lebih kukrang 438 Ha dan luas hutan tanaman lebih kurang 138 Ha. Kegiatan penanaman dilakukan oleh kelompok tani masyarakat setempat. Kelompok tani yang ada yaitu Bela Nusa, Bajayu-B, Selancar Satu dan Selancar Dua.
Lokasi hutan manggrove berada pada ketinggian 1-3 mdpl, untuk jenis-jenis yang dominan di hutan manggrove ini adalah Rhizopora apiculata untuk hutan alam dan jenis api-api (Avicennia sp) untuk hutan tanaman. Secara khusus sebagian besar hutan bakau atau hutan manggrove terdiri dari Rhizopora apiculata dan Rhizopora mucronata. Demikian halnya dengan hutan mangrove yang ada di desa kayu besar terdiri dari jenis-jenis yang tersebut di atas yang masih sangat muda dimana 70 % kawasan adalah areal permudaan antara 7-8 tahun dan 30 %-nya adalah hutan alami sehingga secara umum jika di lihat dari komposisi tegakan masih didominasi oleh jenis pioner yang ada juga terdiri dari Avicennia yang berasosiasi dengan Sonneratia spp dan Nypa fructicans. Untuk sistem pengelolaan hutan manggrove, rencana pengelolaan ke depan adalah dengan menggunakan sistem empang parit, dengan tujuan selain mendapatkan kayu juga mendapatkan hutan, dalam sistem ini juga diusahakan agar semua jenis tidak bersifat dominansi.
Hutan manggrove adalah daerah asuhan yang sangat penting dan habitat bagi berbagai organisme laut, termasuk jenis yang tinggi nilai ekonominya seperti ikan dan udang. Hutan manggrove di Desa Bandar Khalipah banyak yang digunakan sebagi daerah tambak oleh penduduk sekitar maupun oleh penduduk dari luar desa. Indonesia memiliki hutan menggrove yang terluas di dunia yang diperkirakan luas kawasannya 3.806.119 ha dengan sebaran terluas terdapat di propinsi Irian Jaya. Ada 5 faktor yang mempengaruhi zonansi manggrove di kawasan pantai tertentu antara lain :

1. gelombang; yang menentukan frekuansi tergenang
2. Salinitas; yang berkaitan dengan hubungan osmosis manggrove
3. Substrat; yang berkaitan dengan struktur tanah
4. Pengaruh darat seperti aliran air masuk dan rembesan air tawar
5. Keterbukaan terhadap gelombang yang menentukan jumlah substrat yang dapat dimanfaatkan.
Kawasan hutan manggrove Bandar Khalipah memiliki tipe air pasang semi diurnal atau air pasang dua kali sehari yaitu dua kali pasang naik dan dua kali pasang surut yang terjadi pada pagi dan sore hari.


PERWIRA RIMBA |4:20 PM
========================================================


:jeritan rimba raya:

Teringat puluhan tahun silam, Negeriku penuh dengan hutan rimba. Setiap jengkalnya ada rahmat Tuhan, ada kedamaian, ada kebahagiaan, untuk manusia dan untuk semua mahluk hidup yang ada di dalamnya.

Rimbaku adalah paru-paru dunia, berikan udara segar tanpa pernah minta dibayar. Berikan ribuan liter air bersih dengan rasa kasih. Berikan tanah subur, agar hidup kita jadi makmur. Berikan semua yang dia punya kepada kita manusia, tanpa pernah mengharap bintang balas jasa.

Namun beberapa waktu kemudian keadaan telah berubah. Disana-sini terjadi keserakahan. Ada orang-orang tidak bertanggung jawab ingin kuasai dunia dan menghalalkan segala macam cara. Hutan-hutan dibabat dan dibumihanguskan, hewan-hewan dibinasakan, diburu dan dipenjarakan.

Setiap detik, setiap menit, setiap detak jantung dan denyut nadiku, kudengar ribuan pohon dalam hutanku bertumbangan, menggelegar bagaikan suara petir, pecahkan gendang telingaku. Suara gergaji mesin nyanyikan nada-nada kepunahan, untuk bangsa-bangsa satwaku. Mereka berlari, mereka menjerit, mereka ketakutan. Namun kemana mereka akan pergi...?. Mungkinkah mereka bersembunyi dalam jurang kepunahan di sana...?

Lihat...! Coba kita lihat... Saksikan tanah-tanah tandus dan gersang itu. Itu dahulu adalah surga satwaku. Namun kini, surga itu terganti oleh kebun-kebun sawit yang kering kerontang. Tak ada sungai mengalir di sana. Pohon-pohon rindang di sana, telah lama jadi tunggul-tunggul arang yang hitam. Diam, dan tak akan pernah berbisik lagi.

:about me:


  • Name: Mulyadi Pasaribu
  • A.K.A.: Adi, Moel, MP3
  • Birth: Jakarta, Dec 3rd 1982
  • Religion: Christian
  • Hobbies: Attempting New Things
  • Personality: Friendly & Active
  • Affiliation: Youth Movement & Conservation
  • :contact:

  • Address 1: Jl. Karya Wisata Medan 20143, Sumatera Utara
  • Address 2: Jl. Medan Km. 6 No. 68 Pematang Siantar 21143, Sumatera Utara
  • Mobile: +62 81 533 737 533
  • Campus: Forestry Department - University of North Sumatra
  • e-mail: co_rimba@yahoo.com
  • mIRC: co-rimba
  • Friendster: Rimbawan Kecil
  • Milis: sylva_indonesia & id-inform
  • :latest activity:

    Volunteer for Sumatran Orangutan Society-Orangutan Information Centre (SOS-OIC) Medan, North Sumatra

    Ketua GMKI Komisariat Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

    Koordinator Kelompok Kerja Informasi dan Komunikasi Tim Riset Partisipatif GMKI Cabang Medan

    Koordinator Sylva Indonesia Forum Regional I Aceh-Sumut

    :blooming:

    :past:

    :links 2 me:

    [X] Friendster Profile
    [X] Friendster Blogs
    [X] GuestBook
    [X] Forums

    :links:

    [X] Youth Christian
    [X] Environment
    [X] Orangutan
    [X] Sylva Indonesia

    Youth in Action

    Solidaritas untuk anak Indonesia

    Support Green Peace





    :tagboard:

    :credits:

    Powered by Blogger

    [X] Blogger
    [X] BlogSkins
    [X] Clone

    Listed on BlogShares

    :others:

     

    ASAH OTAK

     

    Topik :

     

    Nama

    Taman Nasional

    di Indonesia