:Rimba Raya:

Wednesday || IMAGINE ALL THE PEOPLE, LIVING LIFE IN PEACE...

Awan pekat dan salju yang turun tipis-tipis 8 Desember malam itu, mengiringi langkah kaki suami istri, John Lennon dan Yoko Ono. Barangkali tak ada pembicraan diantaranya keduanya ketika menuju apartemen mereka di Manhattan, New York.
Tiba-tiba, suara seseorang pria memanggil 'Mr Lennon !" dan John pun menoleh. Namun, bersamaan dengan itu, suara pistol pun menyalak dari sang pria tadi, yang belakangan diketahui Mark David Chapman. Lennon pun roboh, nyawanya tak tertolong. Dunia pun berkabung. Sang pujangga alam kelam itu telah tiada.
Lennon yang kerap menyuarakan pesan perdamaian, harus meregang nyawa oleh seorang psikopat bernama Chapman. Ironis memang. Lennon yang begitu anti kekerasan (ia kerap meneriakkan All You Need is Love !), harus tewas dengan cara demikian. Banyak pihak menuding, Chapman bukan sekadar orang gila, tapi agen dari FBI/CIA. Spekulasi/dugaan itu masuk akal, mengingat Lennon banyak menentang kebijakan AS, terutama di masa perang Vietnam.
Tapi, apapun skenarionya, faktanya Lennon telah tiada. Namun, karyanya tak akan pernah sirna. Secara fisik, ia boleh tiada, tapi buah pikirannya tak akan lekang dimakan jaman. Lennon bukan sekadar seniman. Ia pejuang kemanusiaan yang dengan gigih menyuarakan pesan-pesan perdamaian. Ia anti penindasan dalam segala bentuknya. Pesan yang disuarakan Lennon, tetap bakal bergaung di muka bumi ini, selama penindasan dan kekerasan masih terjadi di muka bumi ini.
Mungkin kalau Lennon masih ada, banyak perang dapat dicegah (ingat, kampanyenya konon adalah salah satu yang mengakhiri Perang Vietnam), lebih banyak aspirasi terucapkan, dan perdamaian tumbuh mengakar semakin kuat di bumi ini.... Aspirasi yang tidak sempurna ini saya tutup dengan lagu kebangsaan semua humanis dan semua pecinta damai di muka bumi ini.
=====================================
Imagine
Imagine there's no heaven,
It's easy if you try,
No hell below us,
Above us only sky,
Imagine all the people
living for today...
Imagine there's no countries,
It isnt hard to do,
Nothing to kill or die for,
No religion too,
Imagine all the people
living life in peace...
Imagine no possesions,
I wonder if you can,
No need for greed or hunger,
A brotherhood of man,
Imagine all the people
Sharing all the world...
You may say Im a dreamer,
but Im not the only one,
I hope some day you'll join us,
And the world will live as one.
====================================
Jika Anda juga seorang humanis yang merindukan perdamaian dunia, penghapusan diskriminasi, pembedaan, kekerasan, pelecehan wanita, dan segala perendahan manusia di dunia, kirimkan kembali aspirasi ini kepada teman-teman Anda.... dan tuliskan nama Anda sebagai seorang humanis yang mencintai bumi ini... "You may say, I'm a dreamer, but I'm not the only one, I hope someday you'll join us, and the world will live as one"
In Memoriam
John Winston Lennon (1940-1980)
======================================


PERWIRA RIMBA |9:39 PM
========================================================


:jeritan rimba raya:

Teringat puluhan tahun silam, Negeriku penuh dengan hutan rimba. Setiap jengkalnya ada rahmat Tuhan, ada kedamaian, ada kebahagiaan, untuk manusia dan untuk semua mahluk hidup yang ada di dalamnya.

Rimbaku adalah paru-paru dunia, berikan udara segar tanpa pernah minta dibayar. Berikan ribuan liter air bersih dengan rasa kasih. Berikan tanah subur, agar hidup kita jadi makmur. Berikan semua yang dia punya kepada kita manusia, tanpa pernah mengharap bintang balas jasa.

Namun beberapa waktu kemudian keadaan telah berubah. Disana-sini terjadi keserakahan. Ada orang-orang tidak bertanggung jawab ingin kuasai dunia dan menghalalkan segala macam cara. Hutan-hutan dibabat dan dibumihanguskan, hewan-hewan dibinasakan, diburu dan dipenjarakan.

Setiap detik, setiap menit, setiap detak jantung dan denyut nadiku, kudengar ribuan pohon dalam hutanku bertumbangan, menggelegar bagaikan suara petir, pecahkan gendang telingaku. Suara gergaji mesin nyanyikan nada-nada kepunahan, untuk bangsa-bangsa satwaku. Mereka berlari, mereka menjerit, mereka ketakutan. Namun kemana mereka akan pergi...?. Mungkinkah mereka bersembunyi dalam jurang kepunahan di sana...?

Lihat...! Coba kita lihat... Saksikan tanah-tanah tandus dan gersang itu. Itu dahulu adalah surga satwaku. Namun kini, surga itu terganti oleh kebun-kebun sawit yang kering kerontang. Tak ada sungai mengalir di sana. Pohon-pohon rindang di sana, telah lama jadi tunggul-tunggul arang yang hitam. Diam, dan tak akan pernah berbisik lagi.

:about me:


  • Name: Mulyadi Pasaribu
  • A.K.A.: Adi, Moel, MP3
  • Birth: Jakarta, Dec 3rd 1982
  • Religion: Christian
  • Hobbies: Attempting New Things
  • Personality: Friendly & Active
  • Affiliation: Youth Movement & Conservation
  • :contact:

  • Address 1: Jl. Karya Wisata Medan 20143, Sumatera Utara
  • Address 2: Jl. Medan Km. 6 No. 68 Pematang Siantar 21143, Sumatera Utara
  • Mobile: +62 81 533 737 533
  • Campus: Forestry Department - University of North Sumatra
  • e-mail: co_rimba@yahoo.com
  • mIRC: co-rimba
  • Friendster: Rimbawan Kecil
  • Milis: sylva_indonesia & id-inform
  • :latest activity:

    Volunteer for Sumatran Orangutan Society-Orangutan Information Centre (SOS-OIC) Medan, North Sumatra

    Ketua GMKI Komisariat Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

    Koordinator Kelompok Kerja Informasi dan Komunikasi Tim Riset Partisipatif GMKI Cabang Medan

    Koordinator Sylva Indonesia Forum Regional I Aceh-Sumut

    :blooming:

    :past:

    :links 2 me:

    [X] Friendster Profile
    [X] Friendster Blogs
    [X] GuestBook
    [X] Forums

    :links:

    [X] Youth Christian
    [X] Environment
    [X] Orangutan
    [X] Sylva Indonesia

    Youth in Action

    Solidaritas untuk anak Indonesia

    Support Green Peace





    :tagboard:

    :credits:

    Powered by Blogger

    [X] Blogger
    [X] BlogSkins
    [X] Clone

    Listed on BlogShares

    :others:

     

    ASAH OTAK

     

    Topik :

     

    Nama

    Taman Nasional

    di Indonesia